Tadi buka2 file di laptop, buka data backup yang isinya file2 lama. Setelah sekian lama browsing, bolak balik, akhirnya gue ketemu file ini. Ini puisi yang gue buat waktu kelas X, waktu di .
Isi nya tentang perasaan, perjalanan dan perjuangan rindu seorang anak yang terpisah jauh dari sang bunda. yaaae, gue banget laa. Bahasanya ribet *saya buat sehabis solat shubuh hari dimana tugas ini dikumpul. Jadi, harap maklum kalau standar banget.
Terbawa Angan Ibunda
Ini puisi, bukan sekedar sajak biasa
Ini realita, dan bukan cerita
Yang dibuat untuk memenuhi standar nilai, bukan
Ini kenyataan yang diukur sajak kata hati yang terduduk hening
Teringat aku akan waktu-waktu lalu
Tentang kawan yang terkekang oleh keniscayaan nestapa waktu
Ketika hidup adalah dambaan masa-masa karib
Hangat, lepas, dan tawa
Kekariban adalah niscaya mustahil hari ini
Kau tak akan merasa semua yang terjadi dahulu
Itu adalah kerancuan matematis waktu
Yang terjaring dalam stokiometri kimia ruang
Aku bukanlah pecundang maha sakti
Yang pandai benar menyederhanakan bumi
Aku aku aku aku aku
AKu hanyalah lelaki pembawa angan-angan langit
Yang selalu ingin dikekang oleh nafas diri ibunda hati
Hai Waktu!
katakanlah bahwa aku ini adalah kejujuran
Berikanlah secuil doa pengharapan untuk jiwaku yang terkapar perih
Hingga kapan kau akan berhenti membuat aku meranggas?
Tanda Tanya!!
Ya, tanda Tanya yang akan terjawab oleh pernyataan bohongmu
Nafas yang jauh menerka tajam
Rumus umum jawaban alam
Berkutat pada penghargaan malam
Bertanya selalu tentang kabar-kabar ibunda salam
Ibunda sayang,
Jauh waktu dimensi menindas kita
Terpisah oleh lautan debu berdendam tak sudah
Itu adalah sepi, ibunda
Ibunda,
Sekarang aku adalah perwira
Perwaira hati yang menganyam rajutan organmu
Bertarung melawan bujukan malaikat-malaikat jahat
Ibunda,
Dari sini aku berjuang
Menangis tersedu-tersedu, dan tertawa terbahak-bahak
Menunggu mencari-cari waktu
Demi dimensi yang berharap tetap berubah
Demi pertemuan satunya hati
Ibunda,
Aku berkutat diri pada takzim ilmu
Yang bersemi pada pengharapanmu yang begitu agung
Meratapi angan ibunda
Ibunda,
Aku, aku terbawa angan ibunda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar