RSS
Hello, welcome to my blog ! Read, Comment, and Enjoy my Blog ;)

Lika-Liku 2010 : Rangkaian Seleksi AFS/JENESYS/YES 3rd Step


Maaf sebelumnya agak basi, berhubung udah lama

Okay, lanjut lagi yaaaaa

Pengumuman Tes Tahap 1
Ajiiibbbh! Gue dapet peringkat 26. Sumpah mati aku jadi penasaran *dangdut? benar-benar di luar prediksi




Tes Tahap 2
Wawancara inti tesnya. dibagi jadi dua bagian, kepribadian dalam bahasa Indonesia dan english. Interviewernya kebanyakan adalah pihak sekolah gue selaku host chapter palembang. Tapi walaupun gitu sekolah gue netral dalam nentuin yang pantas dan nggak pantas nya kandidat, murni nggak bakal ada KKN!

Gue gimana ? Nasib, buat wawancara kepribadian dalam bahasa Indonesia, gue kebagian Pak Muslim dan Bu Lusi. Inggrisnya, gue kebagian Miss Fikha. Inggrisnya mah lancar, tapi wawancaranya kepribadian dalam bahasa Indonesia nya itu yang menggila! Satu pengalaman yang paling gue inget terangkum dalam dialog di bawah :
Wawancara Kepribadian Kelompok II yang disadur ke dalam bahasa gue, yang sebenarnya : bener2 formal dan memikat, apalagi pertanyaan sang pewawancara

Pewawancara : Silahkan duduk

Gue : Terima Kasih, Pak, Ibu

Pewawancara : Ceritakan tentang dirimu

Gue : saya terlahir dalam blablabla <----- masih senyum

Pewawancara : ( entah sejak kapan wawancara jadi tentang ariel luna maya )

Gue : *cengengesan, bla bla bla <---- ketahuan hinanya gue

Pewawancara : udah nonton ?

Gue : ehm ehm, bapak mau jawaban jujur atau nggak? <---- bingung jujur apa nggak

Pewawancara : jujur aja

Gue : Bohong nya sih belum pak <----- fatal end

Pewawancara : Jadi, sdah ?

Gue : *cengengesan

Pewawancara : *terus membuka aib gue

Gue : *mati kutu

Pewawancara : *lanjut, jadi kalo mereka bukan publik figure boleh mereka begituan?

Gue : *blank, iya

Pewawancara : HAH ?
*hening
Pewawancara : ceritakan tentang pengalaman organisasi dan prestasimu
Gue : *jawab ngolor ngidul tanpa konsentrasi


em a ma m MAM pe u pu s PUS MAMPUS!

gue bener2 nggak berharap sesudahnya

*to be continued

Lika-Liku 2010 : Rangkaian Seleksi AFS/JENESYS/YES 2nd Step

Okay, lanjut ya




Tes Tahap 1
Kejadiannya Sekitar April-Mei 2010, di SMA Plus Negeri 17 Palembang. SUMPAH! sekolah jadi rame banget kala itu . Banyak anak-anak dari SMA lain yang pada dateng, bukan dari palembang aja loo, banyak juga yang dari daerah lain semisal Bangka. Banyak ketemu temen SMP gue nya , si ini si itu si ane si ite sii ino si ito dan si ehem . SENENG banget jadinya. Sempet ketemu sih, tapi bentar banget >,<
Soal tes? lumayan, lumayan menyengsarakan. Jadi gini, sebelum tes gue tuh udah keranjingan banget buat baca kompas, browsing tentang abcdefghisampez, baca-baca buku populer, karena menurut gosip yang beredar soal yang diujikan adalah pengetahuan umum, bahasa inggris, dan mengarang. Setibanya saat tes, shift paginya kan pengetahuan umum dan bahasa inggris. ada sekian puluh soal bahasa inggris dan pengetahuan umum. Inggris nya sih sama aja dengan tes2 kayak di sekolah, dan gue nggak pernah berharap bakal dapet gede di tes ini . Pengetahuan umum ? geblek sumpah. yang ditanyain bener-bener sesuai dengan nama tes, bener-bener umum. NGGAK ADA SAMA SEKALI YANG GUE BENER_BENER DIRECTLY TAHU GITU. sebisanya aja gue jawab, dari bahan bacaan yang pernah gue tahu. Lanjut, shift siang adalah mengarang essai. Dan yang paling buat gue nyesek waktu ngarang essai adalah : gue terlalu lelet dalam berpikir kala itu, bayangkan dari waktu dua jam cuma 15 menit yang gue bener-bener nulis. You know the fact ? gue terlalu lama buat nentuin tema dan terlalu lama dlm pembuatan konsep. OKE! Kala itu gue bener2 nggak ngerasa bakal LULUS

*to be continued

Lika-Liku 2010 : Rangkaian Seleksi AFS/JENESYS/YES 1st Step


Mungkin 2010 adalah salah satu tahun yang mesti gue ingat di antara tahun-tahun yang pernah gue lewati. YAP! Ada secercah pengharapan yang akan menentukan masa depan gue di sini, walaupun sebenarnya masa depan gue merupakan proses yang berkesinambungan pada setiap tahun yang harus gue lewati tapi disadari atau tidak, tahun ini *menurut gue* memiliki banyak kejadian penting yang *menurut gue lagi* akan menjadi titik tolak perubahan ke masa depan kelak.


*****************************



AFS(American Field Service),JENESYS (Japan East Asia Network Of Exchange for Students and Youth) dan YES (Youth Exchange and Study) adalah tiga program pertukaran pelajar yang di Indonesia diakomodir oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Tiga program tersebut memiliki karakteristik khas yang penjelasannya dapat lo semua baca di websitebinaantarbudaya. Program ini dimaksudkan untuk menemukan generasi muda berkualitas yang diharapkan mampu untuk mewakili Indonesia dalam misi untuk memperkenalkan Indonesia ke penduduk dunia global *sotoy*. Proses penemuan itu sendiri dilakukan dengan serangkaian tes terhadap siswa-siswa SMA kelas X yang memenuhi persyaratan. Oh iya, pada awalnya serangkaian tes dilaksanakan di tingkat chapter terlebihh dahulu dimana binaantarbudaya sendiri memiliki 15 chapter yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk chapter palembang, pusatnya terletak di SMA gue SMA Plus Negeri 17 Palembang.


Bulan itu, Maret 2010, gue ikut sosialisasi AFS/JENESYS/YES yang diadakan oleh para returnee yang merupakan senior, supersenior dan ultrasenior gue. kakak-kakak ini adalah para returnee program YES dan JENESYS Short Program yang wihhsh! gila bener english nya, very well then! Setelah mendengar penjelasan mereka, gue minat buat ikut nih program : tapi cuma buat jenesys short program. karena gue yakin kalo gue milih program yg setahun juga, bonyok dan keluarga terutama emak gue nggak bakalan ngijinin. dan emang bener setelahnya, nyokap nyuruh gue ikut tapi cuma buat yang jenesys short program. gue mah setuju-setuju aja, walaupun pikiran gue sebenernya pengen banget YES - yang beasiswa full 1 tahun di USA dan paling diminatin para peserta!


anyway, sebelum sosialisasi gue udah beli formulir pendaftarannya seharga Rp75.000,00 *include kaos binaantarbudaya. dan setidak-tidaknya butuh waktu sekitar 10hr buat ngisi belasan halaman formulir itu. formulirnya sih nggak susah buat diisi namun perlu ketelitian buat ngisi deskripsi diri kita. perlu juga kedekatan dengan guru nih, karena di formulir disyaratkan rekomendasi dari guru, teman, dan orang tua/wali. Setelah sekitar 10hr, formulir itu lengkap sudah dan akhirnya gue submit form ny ke Bu Shanty, staff TU yang menjadi panitia pendaftaran tes ini. gue dapet nomor pendaftan 23 *kalo nggak salah.

*to be continued*

Resensi Demigod


sebenarnya ini tugas Bahasa Indonesia, namun setelah diamati, ternyata nggak jelek-jelek amat hasilnya, last mohon sarannya




DemiGod : Konflik Arogansi, Jihad, dan Profesionalisme



Judul : DemiGod
Pengarang : dr. Bahar Azwar, SpB Onk
Penerbit : GagasMedia
Halaman : 256 + viii halaman
Terbit : Mei 2005



Kehidupan dokter bedah yang penuh intrik dan estetika sepertinya adalah suatu cerita kehidupan yang menawan dan pula membingungkan. Dengan intrik yang beragam, kehidupan dokter bedah harus terjadi dalam penggalan kisah di kamar operasi hingga di meja pengadilan. Tak jarang pula, dokter bedah kerap kali bersinggungan dengan malapetaka semacam malpraktik yang harus dihadapi sebagai konsekuensi keputusan di dalam kamar operasi. Malpraktik sebagaimana yang kita tahu adalah suatu hal kesalahan yang berdampak buruk bagi keberadaan pasien yang kerap kali terjadi di Indonesia dan dewasa ini acap kali menjadi pemberitaan hangat di media nasional. Dengan latar kehidupan nyata yang demikian, sepertinya novel ini telah pula ikut menjadi suatu bagian kritis yang mengomentari keadaan demikian dari sudut pandang seorang dokter. Tampaknya, inilah latar yang dipilih dr. Bahar Azwar, SpB Onk untuk novelnya yang berjudul DemiGod.

Cerita berpusat pada kehidupan seorang dokter bedah bernama Bobby. Dokter Bobby digambarkan sebagai seorang dokter bedah yang berjihad dalam perjuangan supremasi pasien atas hak-hak konsumennya. Upaya itu dideskripsikan sebagai bentuk transformasi atas pengalamannya selama berpuluh-puluh tahun menjadi dokter umum, dokter bedah, dan dokter bedah tumor. Dokter Bobby juga digambarkan sebagai seorang dokter bersuku Minang yang memiliki banyak kerabat sehingga identitasnya ini turut pula membantu dalam beberapa penyelesaian konflik.

Dengan sudut pandang orang ketiga pelaku sampingan, novel ini acap kali menceritakan kehidupan dokter-dokter lain dengan intriknya masing-masing. Latar ceritanya adalah kehidupan rumah sakit yang terkadang beratmosfir ilmiah. Dengan alur konversional (maju-mundur), novel ini telah pula memutar balik waktu tentang kisah malpraktik yang diketahui Dokter Bobby semenjak ia diangkat menjad dokter. Kepengarangan yang diungkap pun dipandang benar-benar dari sudut seorang dokter sehingga bahasa yang digunakan pun kerap kali beristilah kedokteran.




*****************




Novel dibuka dengan keadaan Sandra, seorang pasien yang memprihatinkan. Pasca-operasi, ia telah kehilangan banyak hal. Kejadian pasca-operasi telah pula membuatnya shock memiliki kolostomi di perut sehingga membuatnya menjadi abnormal, harus membuang hajatnya di dalam sebuah kantong yang ditempelkan di perut-bukan anus.

Selanjutnya, kisah bercerita tentang penggalan-penggalan cerita saat operasi Sandra. Memutar waktu, operasi dilakukan oleh seorang dokter bernama Mardi, seorang dokter kebidanan senior yang aktif di FKUI. Ia dibantu oleh beberapa orang, termasuk Bidan Vera dan Dokter Budi, seorang obgyn muda yang melakukan tugas perdananya saat itu. Sandra, pasien, dioperasi dengan keluhan haid yang berkepanjangan. Setelah didiagnosa, Sandra memiliki mioma di uterusnya. Seharusnya petaka ini ditangani seorang dokter bedah, namun kearogansian seorang obgyn senior telah memuntahkan kevitalan tersebut sehingga dampak buruk membayang di pelupuk mata seorang Sandra.

Selanjutnya kisah kembali mengulas waktu tentang kehidupan Dokter Bobby yang harus kerap bersinggungan dengan malpraktik. Semenjak ia ditugaskan ke Jayapura, Aceh, Bandung, Jakarta dan daerah asal Bukittinggi, dinamika kehidupan membawanya ke dalam intrik sosialnya sebagai seorang dokter dan manusia yang memiliki status sosial. Di Jayapura, ia harus berhadapan denga malpraktik ketika ia menghadapi Steven Johnson Syndrome. Pada kisah selanjutnya, Dokter Bobby diceritakan dalam perjalanan sulit dan melelahkan sebagai seorang mahasiswa bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di Aceh, Dokter Bobby berhadapan dengan kesombongan dan syiar ketika ia melakukan malpraktik terhadap seorang pemuka agama. Ia juga harus melakukan upaya penyelamatan terhadap kakak ipar kesayangannya, Da In yang hampir tercekat nyawanya akibat malpraktik di Rumah Sakit Jantung sebab komplikasi jantung, ginjal, dan saluran pencernaan. Dokter Booby juga sempat mengalami intrik yang menggoda dari seorang bidan ganjen. Walaupun pada akhirnya, ia tetap kukuh pada kesetiaan pada pasangan hidup.

Selebihnya, novel ini menceritakan tentang keadilan, ketulusan, dan juga jihad. Dengan pengalaman yang matang, Dokter Bobby selalu berusaha untuk bisa merefleksi dan bertindak sesuai dengan pengalaman yang ia ketahui. Pada bagian akhir, ia akhirnya mendirikan Lembaga Perlindungan Hak Pasien. Bersama beberapa dokter dan sekumpulan pengacara peduli, ia berusaha untuk bisa memperjuangkan hak-hak pasien yang dirampas dan dilakukan dalam malpraktek pada konsekuensi kedokteran. Hal ini telah pula membaginya dalam suatu lingkar jihad melawan kesewenangan, suap, kolusi dan kooperasi buruk sesame dokter.

Pertikaian diselesaikan dengan melapornya Sandra ke LPHP. Dengan bantuan dokter Bobby dan lembaganya, kisah Sandra pun mendapat sambutan yang mengharukan. Dengan perjuangan, Sandra akhirnya mendapat secercah keadilan yang seharusnya memang menjadi haknya. Hal ini telah pula membawa Dokter Bobby kembali ke pada masa lalunya dalam upaya untuk menguatkan bukti bersama saksi, sepasang saudara angkat : dr. Kusriyati dan dr. Bobby.



****************************




Kisah dalam novel ini sepertinya adalah refleksi dari perjalanan hidup seorang Dokter Bahar Azwar. Pengalaman hidupnya telah dituangkan dalam kenangan manis bersambut novel yang menawan ini. Dengan bahasa yang cantik, konflik dalam novel ini telah diselesaikan dengan apresiasi yang tinggi terhadap jihad dan hujatan terhadap kearogansian. Novel ini secara tidak langsung telah pula menjadi kritik tajam bagi kehidupan dokter secara umum yang penuh dengan dinamika. Selebihnya, novel ini telah menjadi semacam gambaran kehidupan dokter yang berkutat pada masalah utama kesenjangan antara profesionalisme dan kebutuhan hidup manusia.
Walaupun pada penilaian akhir, novel ini terlalu banyak menampilkan situasi dalam konflik yang tidak sederhana sehingga sulit untuk dimengerti untuk sebagian orang. Alur ceritanya pun terkadang membingungkan. Sebagai novel yang sedikit-banyak menceritakan kehidupan kedokteran, novel ini memiliki terlalu banyak istilah kedokteran namun terlalu sedikit menyampaikan pengertiannya di glosarium. Pada akhirnya, setidaknya novel ini dapat dijadikan sebagai suatu referensi kehidupan yang mengena. Bagaimana pun, dokter hanyalah seorang manusia biasa!

Bangun Dari Hibernate


Oke, ini posting yang pertama setelah hibernate panjang
kesibukan dunia nyata benar-benar telah membuat kehidupan dunia maya gue mati suri, oke, sekali lagi MATI SURI !. iya, mungkin setelah sekian lama gue terlena dalam mimpi kosong, khayalan, dan fenomena mabuk online gak bermutu, gue disadarkan dengan goncangan bertubi yang mesti menyita waktu gue. makanya bulan oktober kemaren gue nobatkan sebagai the busiest month of 2010 from Eddy Yuristo, banyak (menurut gue, menurut yang laen mungkin nggak) problematika yang harus gue selesaikan. apa aja? apa aja? apa aja? *siru*
sabar dong, bakal gue post satu satu ntar detailnya
1. Pendaftaran Ulang AFS/JENESYS/YES, alhamdulillah gued lulus sampai 24 besar chapter Palembang ! Post berikutnya bakal ngebahasa ini
2. NYIA 2010 & IEYI 2010, yey! alat buatan gue bareng reijefki dan priyanka, berhasil dapet perak di NYIA 2010 dan bakal mewakili Indonesia Desember ntar dalam IEYI 2010 di Vietnam. gue bakal kasih tahu spesifikasi alatnya di posting selanjutnya ya soalnya sampai sekarang kita masih sibuk dgn segala urusan buat persiapan di ajang tersebut. Wish us luck !
3. Ulangan Tengah Semester, anyway, ini memang masalah laten tiap tengah semester. menatap keadaan ulangan kemaren, gue makin pesimis dgn peringkat gue di semester ini.
4. B U G E M M : masalah klasik, gue baru sempet satu kali konsul buat ngajuin judul, dari lima target minimal buat lolos evaluasi. mana ada aturan tambahan yang isinya gini : evaluasi bugemm akan dilaksanakan sebelum Ulangan Semester, bagi siswa yang tidak mengikuti evaluasi bugemm maka yang bersangkutan direkomendasikan untk tidak ikut ulangan semester. otomatis kalo gak lima kali konsul, gue gak bisa ikut evaluasi BUGEMM. masalah lainnya, mana judul yang diterima pembimbing gue judul yang dapat mengundang konflik lagi. merana oo merana

oke semua masalah tadi dari awal kejadian perkara sampai akhir bakal gue post di posting selanjutnya. keep reading, guys *saya harap blog saya ada yg mau baca.
 
Copyright 2009 Mengejar Hari, Meraih Mimpi. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy